Metaverse adalah dunia virtual yang dibangun di atas internet, di mana orang dapat berinteraksi satu sama lain dengan cara yang imersif dan menarik. Di metaverse, orang akan memiliki aset digital seperti real estat virtual, pakaian, avatar, dan item lainnya yang mewakili identitas dan status mereka.

Namun, dalam platform terpusat tradisional, kepemilikan dan kontrol aset ini dipegang oleh platform, bukan oleh pengguna. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti sensor, penipuan, dan ketidakmampuan untuk mentransfer aset antar platform yang berbeda.

Peran Blockchain

Teknologi blockchain menyediakan platform terdesentralisasi di mana kepemilikan dan kontrol aset digital dapat dimiliki oleh pengguna itu sendiri, bukan oleh otoritas pusat. Ini memungkinkan pengguna untuk sepenuhnya memiliki dan mengontrol aset digital mereka, dan memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa memerlukan perantara.

Teknologi blockchain dapat mengamankan kepemilikan dengan menyediakan catatan transaksi yang terdesentralisasi, anti-pengubahan (tamper-proof), dan transparan. Ketika aset dicatat pada blockchain, itu disimpan pada buku besar terdistribusi yang dikelola oleh jaringan node. Setiap node pada jaringan menyimpan salinan buku besar, yang terus diperbarui dan diverifikasi melalui mekanisme konsensus.

Buku besar terdistribusi ini memungkinkan pembuatan token atau aset digital yang dapat mewakili kepemilikan aset dunia nyata, seperti real estate atau karya seni, atau aset digital murni, seperti item virtual dalam game atau cryptocurrency. Ketika aset dibuat, aset tersebut diberi identitas digital unik atau token yang dicatat pada blockchain.

Setelah aset dicatat pada blockchain, kepemilikan aset tersebut diamankan melalui sistem kriptografi kunci publik-privat. Pemilik aset diberi kunci privat, yang dirahasiakan, dan kunci publik, yang dibagikan secara publik. Ketika transaksi dilakukan, pemilik menggunakan kunci privat mereka untuk menandatangani transaksi secara digital, yang kemudian dicatat pada blockchain. Ini menciptakan catatan transaksi permanen, anti-pengubahan yang dapat diverifikasi secara publik menggunakan kunci publik pemilik.

Selain itu, teknologi blockchain dapat menyediakan interoperabilitas antara platform metaverse yang berbeda. Dengan menggunakan standar dan protokol umum, blockchain dapat memungkinkan aset digital untuk ditransfer antar platform yang berbeda, menciptakan metaverse yang lebih terbuka dan terhubung.

NFT, atau non-fungible token, adalah jenis aset digital yang dicatat pada blockchain dan dapat diidentifikasi secara unik dan tidak dapat dipertukarkan. Mereka muncul sebagai cara untuk mewakili kepemilikan dan asal-usul aset digital, seperti karya seni, musik, video, dan bentuk konten digital lainnya.

Sebelum diperkenalkannya NFT, sulit untuk menetapkan kepemilikan dan asal-usul aset digital dengan cara yang aman dan dapat diverifikasi. NFT memecahkan masalah ini dengan menciptakan catatan kepemilikan yang unik dan dapat dilacak pada blockchain. Setiap NFT diberi pengenal unik yang dicatat pada blockchain, yang membuatnya mudah untuk memverifikasi kepemilikan dan melacak sejarah aset, semuanya tanpa server terpusat atau organisasi.

Kesimpulannya, sifat transparan dan aman dari blockchain dapat membantu memastikan bahwa transaksi di metaverse dapat dipercaya dan diandalkan. Ini dapat membantu membangun kepercayaan antara pengguna dan mencegah penipuan atau aktivitas jahat lainnya.

Secara keseluruhan, peran blockchain dalam metaverse sangat penting untuk menciptakan dunia virtual yang lebih terdesentralisasi, interoperable, dan dapat dipercaya.